BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perang Dunia I (disingkat PDI atau PD1; juga
dinamakan Perang Dunia Pertama,
Perang Besar, Perang
Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik
dunia yang berlangsung
dari 1914 hingga 1918. [2] Lebih dari 40 juta orang tewas,
termasuk sekitar 20 juta kematian militer dan sipil.[3][4][5]
Perang ini dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo
Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya
konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan,
maupun jumlah korbannya. Senjata
kimia digunakan untuk
pertama kalinya, pemboman massal warga
sipil dari udara
dilakukan, dan banyak dari pembunuhan
massal berskala besar
pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga
zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi
Rusia, yang akan
menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang
Dingin antara Uni
Soviet dan Amerika
Serikat. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab
terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang
Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan
bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam
perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan
parit perlindungannya,
di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan
dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi
khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan
perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat
kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak
sengaja dalam suatu pertempuran.
Perang Dunia I berlarutan antara 28
Julai 1914 hingga 11
November 1918 dan bermula di Balkan. Pada 28
Jun 1914, Archduke Franz
Ferdinand dari Austria-Hungary bersama isterinya terbunuh di Sarajevo, Bosnia. Bosnia merupakan kawasan Austria yang
dituntuti oleh Serbia, sebuah negara Balka yang kecil di mana pembunuhan
tersebut telah dirancang. Dengan sokongan negara Jerman, Austria-Hungary memutuskan menghukum
Serbia.
Austria-Hungary menyerang Serbia pada 28
Julai 1914. Rusia membuat penyediaan untuk menyokong Serbia
dan diserang oleh Jerman. Negara Perancis pula menyokong Rusia dan Jerman juga
menyerangnya. Untuk sampai di Paris dengan secepat mungkin, tentera Jerman
menyerang Belgium, sebuah negara yang berkecuali. Britain kemudian menyerang Jerman.
Pada permulaannya, negara Jerman
memenangi peperangan itu akan tetapi negara Perancis, Britain dan Rusia terus
bertempur. Jerman, Austria-Hungary dan sekutunya digelarkan "Kuasa-kuasa
Pusat" manakala negara-negara yang menentangi mereka digelarkan
"Tentera Bersekutu". Sewaktu peperangan berlanjutan, negara-negara
lain bercampur tangan. Hampir kesemuanya memihak dengan Tentera Bersekutu. Pada
tahun 1915, Itali menyertai Tentera Bersekutu kerana
ingin menguasai tanah Austria. Dan pada tahun 1917, Amerika
Syarikat memasuki
peperangan memihak Tentera Bersekutu.
Sekitar kemusnahan serta
pertempuran yang berlaku semasa Perang
Dunia I. Sungguhpun Tentera Bersekutu amat kuat, negara Jerman kelihatan
hampir-hampir memenangi peperangan itu. Selepas 1914, negara Jerman menguasai Luxemborg, kebanyakan Belgium, serta sebahagian
daripada Perancis utara. Negara Jerman juga menang di Barisan Timur ketika
usaha Rusia tergagal. Akan tetapi menjelang 1918, tentera Jerman telah
mengalami keletihan. Bekalannya tidak mencukupi dan terdapatnya pergolakan
sosial di dalam negara sendiri. Pada waktu yang sama, semakin ramai tentera
Amerika Syarikat baru tiba untuk mengukuhkan Tentera Bersekutu. Pada musim
panas 1918, tentera
Amerika Syarikat membantu menentangi serangan Jerman yang terakhir di barat.
Negara Jerman menurunkan tandatangan perjanjian
gencatan senjata pada
11 November.
Di bawah Perjanjian Versailles yang ditandatangani selepas Perang
Dunia I, negara Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahan dan sebahagian daripada
wilayah Eropahnya. Poland diasaskan semula dan menerima Posen
{sekarang digelar Poznani), sebahagian Silesia serta sebahagian Prussia Barat. Alsace dan bahagian Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dipulangkan
kepada negara Perancis. Negara Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun. Perjanjian ini juga
meletakkan Rhineland di bawah pendudukan Tentera Bersekutu selama 15 tahun.
Bilangan tentera Jerman dikecilkan tidak melebihi 100,000 askar serta dilarang
mempunyai tentara udara. Jerman juga perlu membayar Tentera
Bersekutu pampasan perang yang sungguh besar.
Dianggarkan terdapat 8.6 juta mangsa
peperangan ketika Perang Dunia I. Pihak Bersekutu kehilangan 5.1 juta orang
sementara Kuasa-kuasa Pusat 3.5 juta. Peperangan tersebut mengakibatkan
kemusnahan besar kepada negara-negara yang terlibat dan dikenali sebagai
"peperangan untuk mengakhiri semua peperangan" sehinggalah Perang
Dunia II berlaku.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Latar
Belakang Perang Dunia I.
2. Apa penyebab
Terjadinya Perang Dunia I.
3. Bagaimana
jalannya Perang Dunia I.
4. Apa akibat Perang
Dunia I.
5. Dampak- dampak
apa saja yang di timbulkan perang Dunia I.
1.3TUJUAN
1.Dapat
mengetahui dan memahami apa yang ada di dalam peristiwa perang Dunia I.
2.Dapat
memahami bagaimana akibat-akibat
perang Dunia I.
3.Dapat
mengetahui apa saja Dampak-dampak
Perang Dunia I bagi bangsa di Dunia.
1.4MANFAAT
a.Agar
mahasiswa dapat mengetahui dan memahami apa yang ada di dalam Peristiwa Perang Dunia I.
b.Dapat
dijadikan Pedoman Mata Kuliah Sejarah Eropa II.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perang Dunia I
Perang Dunia I berlaku disebabkan oleh
faktor politik dan ekonomi. Antara faktor politik termasuklah
kemunculan nasionalisme dan sistem pakatan negara-negara Eropah, iaitu Perikatan Kuasa Tengah dan Pakatan Bertiga. Faktor ekonomi pula melibatkan
persaingan kuasa-kuasa besar merebut peluang ekonomi.
Pada penghujung abad
ke-19, negara-negara
kecil di Eropah telah bersatu dan membentuk sebuah bangsa yang lebih besar,
contohnya Jerman dan Itali. Kedua-dua negara ini menyertai kuasa besar Eropah
yang lain seperti Britain, Perancis, Austria-Hungary dan Rusia dalam usaha
mendapatkan tanah jajahan. Nasionalisme yang kuat menyebabkan kuasa-kuasa besar
ini sanggup berperang bagi membuktikan kekuasaan masing-masing. Menjelang
penghujung abad ke-19 dan awal abad
ke-20, persaingan
sengit berlaku di kalangan kuasa Eropah ini akibat Imperialisme
Baru. Kuasa besar mula
bersaing bagi membentuk lingkungan pengaruh masing-masing untuk mendapatkan bahan mentah serta untuk memasarkan barangan siap
mereka.
Perang Dunia I(disingkat
PDIatau PD1; juga dinamakan Perang Dunia
Pertama, Perang Besar, Perang
Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari1914 hingga1918.[2] Lebih dari 40 juta orang tewas, termasuk sekitar 20 juta kematian
militer dan sipil.[3] Over 60 million European soldiers were mobilized from
1914 to 1918.[4][5]
Perang ini dimulai setelah Pangeran
Ruben dari Austro-Hongaria (sekarang Austria dibunuh anggota
kelompok terorisSerbia, Gavrilo Princip diSarajevo. Tidak pernah
terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah
tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia
digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil
dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar
pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsbu, Romanov,
Ottoman danHohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang
Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
Perang Dunia I menjadi
saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnyamonarkiabsolutisme di Eropa. Ia juga menjadi
pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara
lainnya seperti Tiong
kok danKuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet
danAS. KekalahanJerman dalam perang ini dan kegagalan
untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung
yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan
Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada1939.
Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang
sangat bergantung kepadateknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang
seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perang Dunia menjadi
terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar
tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak
sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi
khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan
perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil
yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.
1914–1918: Perang Dunia Pertama Baru
pada bulan Oktober 1918, ketika tidak dapat disangsikan lagi Jerman akan kalah
dalam Perang Dunia Pertama, dilakukan
perubahan konstitusi yang bersifat menentukan dan yang membuat kanselir Reich tergantung dari kepercayaan Reichstag. Penguatan kedudukan
parlemen itu bertujuan mempengaruhi negara-negara
demokrasi Barat yang bakal menjadi pemenang agar setuju dengan perdamaian yang
lunak, serta mencegah revolusi dari bawah. Kedua tujuan
tersebut tidak tercapai, tetapi para lawan demokrasi kemudian
dengan mudah memfitnah sistem parlementer sebagai “kebaratan” dan “bukan
Jerman”. Revolusi dari bawah pecah pada bulan November
1918, karena reformasi yang diputuskan pada bulan Oktober
tinggal di atas kertas saja. Sebagian besar angkatan bersenjata tidak bersedia
tunduk kepada kepemimpinan politik oleh pimpinan Reich
yang bertanggung jawab kepada parlemen. Namun revolusi Jerman
pada tahun 1918/19 tidak pantas terhitung di antara revolusi besar atau klasik
dalam sejarah dunia. Untuk mengalami perombakan politik
dan kemasyarakatan yang radikal menurut contoh Revolusi Perancis pada tahun 1789 atau Revolusi Oktober di Rusia pada tahun 1917, Jerman
telah terlalu “modern” di sekitar tahun 1918 itu. Di
negara yang sejak setengah abad telah mengenal hak pilih umum dan sama untuk
laki- laki pada tingkat nasional, tidak pada
tempatnya kalau dicoba menegakkan diktatur revolusioner. Yang diupayakan
hanyalah pengembangan demokrasi. Secara konkret hal itu berarti: pemberlakuan
hak pilih untuk perempuan demokratisasi hak pilih di negara bagian, distrik dan
kota, serta perwujudan sepenuhnya prinsip pemerintahan yang bertanggung jawab
kepada parlemen.
Otto von Bismarck (1815–1898) Penyatuan Jerman di bawah hegemoni Prusia menjadi tujuan politik
Bismarck sejak negarawan itu diangkat sebagai perdana
menteri Prusia oleh Raja Wilhelm I pada tahun 1862. Seusai perang melawan
Austria pada tahun 1866 dan dibubarkannya Serikat Jerman, didirikan Serikat Jerman Utara yang diikuti oleh 17
negara kecil Jerman di bawah pimpinan Prusia. Menyusul kemenangan
dalam perang melawan Perancis 1870-71 didirikan Kerajaan
Jerman Kedua, dan Wilhelm I diproklamasikan sebagai kaisar di Versailles.
Bismarck tetap menjabat sebagai perdana menteri, tetapi
sekaligus menjadi kanselir Kerajaan Jerman. Sebagai
lembaga baru dibentuk dewan perwakilan rakyat, Reichstag, yang dipilih
langsung, tetapi hak legislatifnya masih terbatas. Secara
gigih Bismarck menentang liberalisme kiri, gerakan politik umat Katolik dan partai sosialis demokrat. Di lain pihak diciptakan
undang-undang jaminan sosial yang paling progresif di
Eropa atas usahanya selama tahun 1880-an. Konflik berat dengan Kaisar Wilhelm
II yang naik takhta pada tahun 1888 memuncak dalam
pemecatan sang ”Kanselir Besi“ pada tahun 1890.
Perang Dunia Pertama
Pada tahap pertama,
Perang Dunia I (1914-1918) berlangsung antara Kerajaan Jerman dan Austria- Hongaria di satu pihak
dan negara-negara entente, yaitu Perancis, Inggris, Rusia dan Serbia, di pihak
lain. Kemudian beberapa negara lain di Eropa, Asia,
Afrika dan Amerika ikut serta dalam perang itu, di antaranya
Amerika Serikat yang keterlibatannya sejak tahun 1917 menjadi faktor penentu.
Hampir 15 juta jiwa menjadi korban perang itu. Kekalahan
militer Kerajaan Jerman diikuti dengan perombakan di bidang politik. Sebagai akibat revolusi yang terjadi pada bulan November
1918, Kaisar Wilhelm II menandatangani pernyataan
turun-takhta. Monarki diganti oleh republik.
Perang Dunia I (juga
dinamakan Perang Dunia Pertama, dan nama dalam
bahasa Inggris lainnya: Great War, War of the Nations, dan "War to End All
Wars" (Perang untuk Mengakhiri SemuaPer ang) adalah sebuah konflik dunia yang
berlangsung dari 1914 hingga 1918.
Perang ini dimulai
setelah Pangeran Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria)
dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo. Princip di Sarajevo. Tidak
pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan
dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untukperta ma kalinya,
pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari
pembunuhan massal berskala besarper tama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan
pembunuhan massal berskala besarper tama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan
Hohenzollern, yang mempunyai akar
kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelahperang.
Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia
juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di
Negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang
Dingin antara Uni Soviet dan AS.
Kekalahan Jerman dalamperang ini dan
kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung
yang telah menjadisebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar
kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939.
Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat
bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalamperang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung
yang telah menjadisebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar
kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939.
Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat
bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalamperang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perang Dunia menjadi
terkenal dengan peperangan parit perindungannya, di mana sejumlah besar
tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak
sedikit karena pertahana yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front
Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medanperang,
dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat
kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak
sengaja dalam suatu pertempuran.
Perang ini dimulai setelah Pangeran
Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok
teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya
konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan,
maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya,
pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari
pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
Perang Dunia I menjadi saat pecahnya
orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga
menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di
negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin
antara Uni Soviet dan AS.
Kekalahan Jerman dalam perang ini dan
kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah
menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan
dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi
peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan
melibatkan non-militer dalam perang seperti yang
belum pernah terjadi sebelumnya.
belum pernah terjadi sebelumnya.
Perang Dunia menjadi
terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar
tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak
sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi
khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan
perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil
yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.
Front Timur adalah Front dimana Jerman
berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia,
meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai
dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan
tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia.
Perang Dunia I yang juga
dikenal sebagai “Perang yang mengakhiri semua perang” merupakan konflik
militer global yang terjadi di Eropa antara 1914-1918. Perang ini mengakibatkan jutaan orang tewas dan mengubah wajah dunia modern.
Perang ini melibatkan kekuatan sekutu yang dipimpin oleh
Prancis, Rusia dan Kerajaan Inggris yang kemudian diikuti oleh Italia dan
Amerika. Mereka melawan Kekuatan Pusat yang dipimpin oleh
Austria Hungaria, Jerman dan Kekaisaran Ottoman. Pertempuran terbesar terjadi di Front Barat menggunakan sistem parit dan kubu
pertahanan yang dipisahkan oleh wilayah tak bertuan (no man’s land). Dalam perang ini, kekuatan
udara dipakai untuk pertama kalinya.
Kaisar Napoleon Bonaparte (15 Agustus 1769 – 5 Mei
1821) dilahirkan di pulauKorsika dari sebuah keluarga bangsawan lokal
dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika, Nabolione atau
Nabulione). Dikemudian hari ia mengadaptasi nama Napoléon
Bonaparte yang lebih berbau Perancis.
Ia menjadi siswa di
Akademi MiliterB rienne tahun1779 pada usia 10 tahun, kecerdasannya membuat Napoleon lulus akademi
di usia 15 tahun. Karir militernya menanjak pesat setelah dia berhasil menumpas
kerusuhan yang dimotori kaum pendukung royalis dengan cara yang
sangat mengejutkan: menembakkan meriam di kota Paris dari
atas menara. Peristiwa itu terjadi tahun1795 saat Napoleon berusia 26 tahun.
Berbagai perang yang dimenangkannya diantaranya melawanAustria
danPrusia.
Pada masa kejayaannya, Napoleon
Bonaparte menguasai hampir seluruh dataran Eropa baik dengan diplomasi maupun
peperangan. Diantaranya adalah Belanda dengan diangkatnya adiknya Louis Napoleon, Spanyol dengan diangkatnya Joseph Napoleon,
Swedia dengan diangkatnya Jenderal Bernadotte sebagai raja yang kemudian
melakukan pengkhianatan, sebagian besar wilayahIta lia yang direbut dari
Austria dan Polandia dengan diangkatnya Joseph Poniatowski sebagai wali negara
Polandia.
Napoleon Bonaparte adalah tokoh terkenal
dalam sejarah Perancis dan Eropa. Ia lahir di Ajaccio, Corsica, pada tahun 1769
dan meninggal dalam pembuangannya di Pulau Elba pada tahun 1821. Ia meniti
karir dalam kemiliteran hingga menduduki pangkat Jenderal, sebelum menjabat
Kaisar Perancis pada bulan Agustus 1763. Pada daftar seratus tokoh paling
berpengaruh dalam sejarah yang disusun Michael H. Hart, namanya menduduki
urutan ke-34 dari 100 orang. Sejarah tak pernah mencatat apa sebenarnya agama
formal Napoleon Bonaparte.
Ia memang dilahirkan di tengah sebuah
bangsa Kristen. Namun ia tak pernah terlihat pergi ke gereja atau melakukan
ritual-ritual kristen. Kemudian, banyak ahli sejarah yang berspekulasi bahwa
Napoleon Bonaparte adalah seorang muslim. Kemungkinan ia mengenal Islam saat
menaklukan Mesir dalam peristiwa penemuan batu Rosetat yang terkenal. Majalah
Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura menulis bahwa pada tanggal
2 Juli 1798, Napoleon Bonaparte pernah menyatakan ke-Islamannya secara terbuka.
2.2 Sebab-sebab Perang
Dunia I
Meletusnya Perang Dunia I terdapat dua
sebab yang mempengaruhi, yaitu sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus.
1.
Kemajuan industri; kemajuan industri di Eropa menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.
2.
Politik Kolonialisme dan Imperialisme; kemajuan industri yang dicapai itu
mengakibatkan munculnya politik kolonialisme dan imperialisme.
3.
PolitikMencari Kawan; keadaan fisik dan politik yang semakin tegang merupakan
salah satu sebab yang mendorong negara-negar untuk mencari kawan dalam
menghadapi lawan.
4.
Perdamaian Bersenjata; pada mulanya memang tidak ada perang, tetapi suasana
tetap tegang dan panas.
Terbunuhnya Putra Mahkota Austria
Francis Ferdinand di Sarajevo pada tanggal 28 Juni 1914 oleh Gavrilo Princip
(anggota gerakan Serbia Raya). Kejadian tersebut menyulut meletusnya Perang
Dunia I. Ketika itu, ia bersama istrinya mengadakan kunjungan untuk melihat
dari dekat latihan perang di daerah Bosnia. Ternyata latihan perang itu
dianggap sebagai tantangan oleh pihak Serbia Raya (yang didukung oleh Rusia).
Kemudian Austria mengirim ultimatum kepada Serbia yang disusul dengan
pengumuman perang.
2.3 Jalannya Perang Dunia I
Pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Dunia I adalah
1. Pihak
Sentral (blok Jerman) yang terdiri dari 4 negara yaitu Jerman, Turki, Bulgaria,
Austria-Hongaria.
2. Pihak Sekutu (blok
Perancis) yang terdiri dari 23 negara yang antara lain: Perancis, Rusia,
Inggris, Italia, Amerika Serikat, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal,
Jepang dan lain-lain. Pihak pihak yang terlibat dalam Perang
Dunia I adalah sebagai berikut:
Perang Dunia I yang melanda wilayah Eropa terbagi atas beberapa front atau
wilayah peperangan seperti:
Ø Front
Barat, Jerman menduduki Belgia dan Perancis. Namun, Perancis berhasil memukul
mundur Jerman dalam Perang di tepi Sungai Marne. Jerman mengumumkan “Perang
Parit” di Vedum namun tetap dapat dipukul mundur Perancis.
Ø Front
Timur, Jerman berhasil memukul mundur Rusia di dekat Danau Masuri tetapi
akhirnya Rusia dan Jerman membuat perjanjian perdamaian di Brest Litowsk.
Ø Front
Italia, Italia dikalahkan oleh Jerman
Ø Front
Balkan, awalnya Jerman mengalami kemenangan. Rumania dan Serbia menyerah
terlebih dahulu kepada Jerman.
Inggris
menyerang Dardanella, tetapi dalam pertempuran di Gallipolli, Inggris berhasil
dikalahkan oleh Turki. Akhirnya Inggris mundur dari Turki ke Yunani. Inggris
menghantam Bulgaria dan menyerah tahun 1918. Kemudian Turki diserang oleh Inggris
dari daerah Arabia, Palestina, dan Irak. Turki menyerah pada tahun 1918.
Ø Front laut,
terjadi di Jutland antara pihak Inggris dengan Jerman. Jerman mengumumkan
perang kapal selam tak terbatas. Semua kapal yang dianggap musuh oleh Jerman
ditembak.
2.4 Akhir Perang Dunia I (11 Nopember 1918)
Kekalahan Jerman di Front Barat
mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti
ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan
pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan
pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah
pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau
dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta
dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman
dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.
Sementara itu di Austria timbul
pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia,
yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa
turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik
negara-negara yang menang perang maupun negara-negara yang kalah perang sibuk
mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian seperti;
1)
Perjanjian Versailles (28 Juni 1918) antara pihak Jerman dengan Sekutu, yang
isinya:
a) Jerman
menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
b) Danzig
dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
c) Jerman
kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan
Jepang.
d) Jerman
harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
e) Angkat
perang Jerman diperkecil.
f) Kapal
perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris. Daerah Jerman
sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.
Dalam perjanjian Versailles itu
peranannya dipegang oleh Woodrow Wilson (Presiden USA), Georges Clemenceau
(Perancis), Lloyd George (Inggris) dan Vittorio Emanuele Orlando (Italia).
Keempat orang ini dikenal dengan The Big Four.
2)
Perjanjian St. Germain (10 Nopember 1919) antara Sekutu dengan Austria yang
isinya antara lain:
a) Tidak diperkenankan
adanya gabungan Jerman-Austria.
b) Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan,
Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.
3)
Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) antara pihak sekutu dengan Bulgaria yang
isinya adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
4)
Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) antara sekutu dengan Hongaria yang isinya
antara lain:
a) Daerah
Hongaria diperkecil.
b)
Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.
5)
Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan Turki yang isinya
antara lain:
a) Daerah
Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
b) Daerah
yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
c) Smyrna
dan Thracia diduduki oleh Yunani.
d)
Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari
semua bangsa.
e) Armenia
diberi status merdeka.
f) Kurdi
merdeka.
2.5 Dampak Perang Dunia I (1914-1920)
a. Kemajuan Industri
Kemajuan Industri
di Eropa menimbulkan masalah baru. Masing masing Negara berusaha mamajukan
industri negaranya, sehingga menimbulkan persaingan di antara Negara Negara
Eropa
b. Politik Kolonialisme dan
Imperialisme
Kemajuan Industri
yang dicapai mengakibatkankolonialisme dan imperialisme. Masing masing Negara
berusaha mendapatkn wilayah jajahan yang luas sebagai tempat pengambilan bahan
mentah atau bahan baku, sekaligus tempat pemasaran hasil hasil produksi, dan
tempat menanam modal lebih.
Keadaan fisik dan
politik yang semakin tegang mendorong Negara-negara untuk mencari kawan untuk
menghadapil lawan. Setiap Negara merasa khawatir akan terjadinya perang secara
tiba tiba. Eropa terbagi menjadi dua blok, yaitu Triple Alliance tahun 1882
(Jerman, Austria-Hungaria, dan Italia) dan Triple Entente 1907
(Perancis,Inggris dan Rusia)
c. Perlombaan Bersenjata
Masing masing
negara meningkatkan persenjataan dan tidak mau kalah dengan negara lainnya
untuk mempersiapkan perang
d. Terbunuhnya Putra Mahkota
Austria
Francis Ferdinand
di Sarjevo pada tanggal 28 Juni 1914 oleh Gavrilo Princip (anggota gerkan
Serbia Raya ). Kejadian tersebut telah menyulut meletusnya Perang Dunia I .1
Agustus 1914, Jerman mengumumkan perang dengan Rusia. 3 Agustus 1914,Perancis melancarkan
serangan kepada Jerman. 14 Agustus 1914, Inggris menyerang jerman
e. Membawa perubahan dan kehancuran baik bagi
negara-negara yang menang maupun yang kalah
f. Muncul sistem baru yaitu sistem demokrasi dan diktatorisme seperti Fasisme
Mussolini (Italia), Nazi
Hitler (Jerman), Nasionalisme Etatisme (Turki) dan Diktator Proletariat
(Rusia).
g.Egoisme ekonomi negara-negara yang menang dalam perang
saling berebut dalam menuntut ganti rugi.
h.Timbul paham-paham politik ekonomi di antaranya
komunisme (Rusia), Fasisme (Italia), Nazi (Jerman), Etatisme (Turki)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kekalahan Jerman di Front Barat
mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti
ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan
pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan
pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah
pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau
dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta
dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis). Akhirnya, Jerman
dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu.
Sementara itu di Austria timbul
pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia,
yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa
turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.
Setelah Perang Dunia I berakhir, baik
negara-negara yang menang perang maupun negara-negara yang kalah perang sibuk
mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian seperti;
1)
Perjanjian Versailles (28 Juni 1918) antara pihak Jerman dengan Sekutu, yang
isinya:
a) Jerman
menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
b) Danzig
dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
c) Jerman
kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan
Jepang.
d) Jerman
harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
e) Angkat
perang Jerman diperkecil.
f) Kapal
perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris. Daerah Jerman
sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.
Dalam perjanjian Versailles itu
peranannya dipegang oleh Woodrow Wilson (Presiden USA), Georges Clemenceau
(Perancis), Lloyd George (Inggris) dan Vittorio Emanuele Orlando (Italia).
Keempat orang ini dikenal dengan The Big Four.
2)
Perjanjian St. Germain (10 Nopember 1919) antara Sekutu dengan Austria yang
isinya antara lain:
a) Tidak diperkenankan
adanya gabungan Jerman-Austria.
b) Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan,
Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.
3)
Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) antara pihak sekutu dengan Bulgaria yang
isinya adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
4)
Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) antara sekutu dengan Hongaria yang isinya
antara lain:
a) Daerah
Hongaria diperkecil.
b)
Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.
5)
Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan Turki yang isinya
antara lain:
a) Daerah
Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
b) Daerah
yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
c) Smyrna
dan Thracia diduduki oleh Yunani.
d)
Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari
semua bangsa.
e) Armenia
diberi status merdeka.
f) Kurdi
merdeka
3.2
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah
dikemukakan di atas dipandang perlu untuk memberikan saran dan kritik kepada
penulis selanjutnya yaitu supaya mengembangkan makalah. Penulis juga sangat menyadari
akan segala kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari semua pihak demi perbaikan makalah ini. Akhirnya
penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://sejarah.kompasiana.com/2010/08/28/Sebab Perang Dunia I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar